Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

HKMAN dan Ulang Tahun AMAN ke 27, Sekjen AMAN Serukan Perjuangan Tanpa Henti Untuk Pengesahan UU Masyarakat Adat

badge-check


					HKMAN dan Ulang Tahun AMAN ke 27, Sekjen AMAN Serukan Perjuangan Tanpa Henti Untuk Pengesahan UU Masyarakat Adat Perbesar

Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi menyerukan kepada pimpinan dan anggota Dewan AMAN Nasional, Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah, Organisasi Sayap, Badan Otonom dan Lembaga Ekonomi AMAN serta seluruh komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN di penjuru nusantara untuk tidak pernah berhenti dalam memperjuangkan pengesahan Undang-Undang Masyarakat Adat.

Seruan ini menjadi pesan khusus Sekjen AMAN di Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) dan perayaan Ulang Tahun AMAN ke 27 pada Selasa, 17 Maret 2026.

“Selama 27 tahun, kita telah tampil di berbagai arena perjuangan dengan ragam strategi pembelaan, perlindungan dan pelayanan kepada komunitas. Perampasan wilayah adat masih terus terjadi, intimidasi, kekerasan dan kriminalisasi masih dihadapi komunitas. Namun kita tidak boleh berhenti berjuang. UU Masyarakat Adat masih menjadi prioritas kita,” kata Rukka Sombolinggi dalam pidato politiknya di Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara dan Ulang Tahun AMAN ke 27.

Rukka mengatakan jalan yang kita lalui tidak pernah mudah. Akan tetapi kita telah mampu menunjukkan keberadaan kita sebagai Masyarakat Adat melalui kerja yang sistematis dan terstruktur serta kerjasama strategis dengan berbagai organisasi masyarakat sipil.

“Kita telah berhasil muncul ke permukaan. Kita telah hadir di berbagai forum pengambilan keputusan,” imbuhnya.

Selalu Bersikap Kritis

Rukka menambahkan kita juga telah membuktikan bahwa perjuangan yang dilakukan secara bersama-sama ini mampu menghasilkan kemenangan meski skalanya masih kecil.

Diakui, untuk mencapai Masyarakat Adat yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat diperlukan perjuangan dengan langkah besar. Untuk ini, memerlukan kesadaran pemerintah dan berbagai pihak untuk melakukan perubahan radikal.

Karena itu, Rukka mengajak seluruh komunitas Masyarakat Adat anggota AMAN untuk selalu bersikap kritis dan waspada terhadap berbagai agenda kebijakan yang sedang berkembang.

“Dalam 12 tahun terakhir ini, kita menyaksikan bahwa berbagai kebijakan negara justru semakin jauh dari tujuan perjuangan. Kebijakan-kebijakan ini telah melahirkan berbagai bentuk penindasan, pengabaian dan perampasan atas hak-hak Masyarakat Adat,” sebutnya.

Tidak Boleh Menyerah

Rukka mengatakan kIta telah membentangkan cita-cita bersama untuk berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan bermartabat secara budaya. Sebuah cita-cita yang hanya akan tercapai jika AMAN mampu menggalang kebersamaan yang kokoh untuk selalu bergerak bersama.

Dalam kondisi ini, imbuhnya, AMAN dituntut untuk masuk, melebur dan memperkuat gerakan perubahan bersama dengan berbagai elemen masyarakat sipil dan pihak-pihak lain termasuk pemerintah.

“Kita tidak boleh menyerah meskipun tantangan di depan kita semakin beragam. Kita tidak boleh menyerah, karena kita yakin bahwa gerakan yang kita bangun dan jalankan berada di jalan yang benar,” tegasnya sembari berharap Sang Pencipta Alam Semesta, Tuhan Yang Maha Kuasa merestui perjuangan Masyarakat Adat agar kehidupan ke depan lebih baik.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi