Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Gelombang Panas Diperkirakan Bakal Landa Indonesia

badge-check


					Gelombang Panas Diperkirakan Bakal Landa Indonesia Perbesar

Jakarta, infokatulistiwanews.com – Gelombang panas berpotensi melanda Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dalam beberapa bulan ke depan seiring proyeksi suhu di atas rata-rata.

Berdasarkan prakiraan musiman terbaru Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC), suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara diperkirakan berada di atas normal untuk periode Maret–April–Mei 2026.

ASMC, diwartakan South China Morning Post, Senin (9/3), memproyeksikan peluang sebesar 80–100 persen bahwa suhu akan berada di atas rata-rata di seluruh Indonesia dan Malaysia dalam tiga bulan ke depan. Gelombang panas yang tidak biasa itu diperkirakan lebih dulu melanda kedua negara sebelum meluas ke sebagian besar daratan Asia Tenggara

Sebagian besar wilayah Thailand dan Vietnam utara juga diprediksi mengalami suhu tinggi. Hanya sebagian kecil kawasan, termasuk Vietnam bagian tenggara, Kamboja, dan sejumlah wilayah di Filipina, yang diperkirakan mencatat suhu mendekati normal.

“Untuk periode Maret-April-Mei (MAM) 2026, suhu di atas normal diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kepulauan Maritim,” demikian pernyataan ASMC.

“Sebagian besar model [lebih dari enam model] memprediksi suhu di atas normal sebagai kategori paling mungkin di kawasan ini,” lanjut lembaga tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyampaikan musim kemarau berpotensi datang lebih cepat di Indonesia. Percepatan ini dipicu berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026 dan peralihan kondisi iklim global menuju fase Netral.

Pemantauan anomali di Samudera Pasifik menunjukkan indeks El Nino-Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada pada angka -0,28 atau kategori Netral dan diprediksi bertahan hingga Juni 2026. Peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat meningkat pada semester kedua tahun ini dengan probabilitas sekitar 50–60 persen.

Peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia) menjadi penanda awal musim kemarau. BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, termasuk pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sebagian Kalimantan dan Sulawesi.

Lonjakan suhu diperkirakan meningkatkan permintaan energi dan membebani jaringan listrik. Situasi ini terjadi bersamaan dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang memperketat pasokan energi global.

Gangguan produksi dan transportasi di Timur Tengah mendorong harga energi melonjak. Importir gas di sejumlah negara Asia Tenggara mulai memanfaatkan pasar spot untuk pengadaan gas alam cair (LNG) setelah pemasok utama Qatar menghentikan fasilitas ekspor terbesarnya.

Vietnam dan Thailand membidik pengiriman LNG pada Maret dan April, sementara Thailand menambah tiga kargo spot pada periode tersebut.

Singapura, yang lebih dari 40 persen kebutuhan LNG-nya tahun lalu berasal dari Qatar, berpotensi menghadapi lonjakan harga listrik pada kuartal kedua.

Harga spot gas di Asia tercatat melonjak dalam sepekan terakhir dan tetap tinggi, membuat pembeli dari Asia Tenggara harus bersaing dengan negara-negara lain di Asia dan Eropa untuk mendapatkan pasokan terbatas.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi