Menu

Mode Gelap
Lima Sila Pancasila Jadi Filosofi Pembangunan Gedung Mahkamah Agung di IKN Anggaran Kementerian di Kanwil Kemenag Kalteng dan Universitas Palangkaraya Terindikasi Dikorupsi Dari Tambling, Titiek Soeharto Dorong Kolaborasi Sains dan Alam untuk Konservasi Masa Depan Mutasi Polri Agustus 2026, Kapolda dan Wakapoda Sulut serta Sejumlah Pejabat Utama Pindah Tugas hingga Promosi Jabatan Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali Kejagung Tampilkan Uang Sitaan Rp401 Miliar Kasus Nikel PT CNI

Warta Utama

Siswa SD di Pelosok Garut Menantang Maut untuk ke Sekolah, Merangkak di Pohon Demi Menyeberangi Jembatan Roboh

badge-check


					Siswa SD di Pelosok Garut Menantang Maut untuk ke Sekolah, Merangkak di Pohon Demi Menyeberangi Jembatan Roboh Perbesar

Jabar, infokatulistiwanews.com – Perjuangan para siswa SD di pelosok Garut, Jawa Barat demi bisa bersekolah bukanlah perjuangan yang kaleng-kaleng. Mereka harus nekat menantang maut dengan menyeberangi jembatan ambruk menggunakan batang pohon bambu sambil merangkak untuk bisa sampai ke sekolah.

Berdasarkan informasi, upaya yang dilakukan mereka bukanlah kali pertama, melainkan sudah hampir 1 bulan karena jembatan putus diterjang cuaca buruk. Pasalnya, jembatan penghubung antar Desa yang berada di Kampung Cipari, Desa Sukamulya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, telah ambruk hampir 1 bulan lamanya.

Sehingga, para murid SD yang hendak bersekolah dan warga yang beraktivitas, harus rela menyeberang sungai. Caranya dengan merangkak di atas pohon bambu.

Upaya yang dilakukan para murid SD ini tentu berbahaya, karena jika saja siswa terjatuh ke dasar sungai minimal mereka akan terluka. Selain itu, mereka bisa mengalami patah tulang.

Niat mengemban ilmu para pelajar ini mengalahkan rasa takut ketika mereka menyeberangi sungai. Upaya membuat jembatan darurat sebenarnya telah dilakukan, namun sayang karena tanah yang labil jembatan darurat itu kembali roboh.

“Tidak ada jembatan lagi, lewati pohon sama bambu ini lumayan takut. Ya harus memaksa kalau tidak, tidak bisa bersekolah,” jelas Muid, salah satu siswa, Selasa (10/3/2026).

Selain akses untuk ke sekolah para murid, jembatan yang roboh diterjang cuaca buruk ini merupakan jalan penghubung warga Desa Sukamulya menuju Desa Pancasura. Dampak putusnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu. Terutama, para petani yang hendak ke sawah harus ikut cara murid SD merangkak diatas pohon bambu yang ditebang.

Sebetulnya ada jalan lain yang lebih aman untuk bisa diakses, tapi sayang jaraknya sangat jauh dan memutar. Karena itu, mereka para murid dan warga memilih menantang maut merayap di batang pohon agar cepat sampai ditujuan sekolah dan tempat aktivitas.

Ambruknya jembatan ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Kecamatan hingga Kabupaten. Namun, meski telah 1 bulan akses warga terganggu, rencana perbaikan jembatan atau pembangunan jembatan baru masih belum ada pembahasan dari pihak terkait.

Red~ IKN

Source: HarapanRakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desil dan Dilema Bantuan Sosial: Ketika Data Tak Sesuai Kondisi Warga

26 Agustus 2026 - 05:54 WITA

Presiden Prabowo: Tingkatkan Layanan Dasar bagi Rakyat dari Puskesmas hingga Sekolah, Tak Boleh Ada Anak Belajar dalam Keadaan Lapar

14 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kisah Munawi di Lereng Bromo, Merangkak di Tebing dan Mengejar Api hingga Larut Malam

8 Agustus 2026 - 12:10 WITA

Dari Mimpi Gaji Puluhan Juta ke Neraka Scam, Kisah Pekerja Migran di Sumut Jadi Korban TPPO

5 Agustus 2026 - 04:18 WITA

Akad Massal 62.000 KPR, Presiden Prabowo Pastikan Pemerintah Terus Hadirkan Hasil Nyata bagi Rakyat

31 Juli 2026 - 05:21 WITA

Trending di Warta Utama