Menu

Mode Gelap
Wamen Imipas Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Ditahan KPK Kodaeral IX-Wanadri ekspedisi selam di Pulau Buru jaga ekosistem laut Titi DJ Buka Suara Usai Sebut Ada yang Lebih Bagus Nyanyikan ‘Sang Dewi’ dari Lyodra Puskesmas Tebing Tinggi Hadirkan Inovasi Cegah Penyakit Menular 3 Eks Pimpinan Lembaga BGN Ditetapkan Jadi Tersangka Terkait Perkara Penyimpangan Tata Kelola MBG Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

Warta Utama

Siswa SD di Pelosok Garut Menantang Maut untuk ke Sekolah, Merangkak di Pohon Demi Menyeberangi Jembatan Roboh

badge-check


					Siswa SD di Pelosok Garut Menantang Maut untuk ke Sekolah, Merangkak di Pohon Demi Menyeberangi Jembatan Roboh Perbesar

Jabar, infokatulistiwanews.com – Perjuangan para siswa SD di pelosok Garut, Jawa Barat demi bisa bersekolah bukanlah perjuangan yang kaleng-kaleng. Mereka harus nekat menantang maut dengan menyeberangi jembatan ambruk menggunakan batang pohon bambu sambil merangkak untuk bisa sampai ke sekolah.

Berdasarkan informasi, upaya yang dilakukan mereka bukanlah kali pertama, melainkan sudah hampir 1 bulan karena jembatan putus diterjang cuaca buruk. Pasalnya, jembatan penghubung antar Desa yang berada di Kampung Cipari, Desa Sukamulya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, telah ambruk hampir 1 bulan lamanya.

Sehingga, para murid SD yang hendak bersekolah dan warga yang beraktivitas, harus rela menyeberang sungai. Caranya dengan merangkak di atas pohon bambu.

Upaya yang dilakukan para murid SD ini tentu berbahaya, karena jika saja siswa terjatuh ke dasar sungai minimal mereka akan terluka. Selain itu, mereka bisa mengalami patah tulang.

Niat mengemban ilmu para pelajar ini mengalahkan rasa takut ketika mereka menyeberangi sungai. Upaya membuat jembatan darurat sebenarnya telah dilakukan, namun sayang karena tanah yang labil jembatan darurat itu kembali roboh.

“Tidak ada jembatan lagi, lewati pohon sama bambu ini lumayan takut. Ya harus memaksa kalau tidak, tidak bisa bersekolah,” jelas Muid, salah satu siswa, Selasa (10/3/2026).

Selain akses untuk ke sekolah para murid, jembatan yang roboh diterjang cuaca buruk ini merupakan jalan penghubung warga Desa Sukamulya menuju Desa Pancasura. Dampak putusnya jembatan membuat aktivitas warga terganggu. Terutama, para petani yang hendak ke sawah harus ikut cara murid SD merangkak diatas pohon bambu yang ditebang.

Sebetulnya ada jalan lain yang lebih aman untuk bisa diakses, tapi sayang jaraknya sangat jauh dan memutar. Karena itu, mereka para murid dan warga memilih menantang maut merayap di batang pohon agar cepat sampai ditujuan sekolah dan tempat aktivitas.

Ambruknya jembatan ini telah dilaporkan kepada Pemerintah Kecamatan hingga Kabupaten. Namun, meski telah 1 bulan akses warga terganggu, rencana perbaikan jembatan atau pembangunan jembatan baru masih belum ada pembahasan dari pihak terkait.

Red~ IKN

Source: HarapanRakyat.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Ruang Kelas SMPN 111 Jakarta, Cita-Cita Besar Menggema di Hadapan Presiden Prabowo

3 Juni 2026 - 06:34 WITA

Alumnus Unair Berkarier Jadi Marine Biologist di Maldives

30 Mei 2026 - 01:39 WITA

Kisah Mauliyan dan Ariandi, Orangutan Kurus yang Bertahan di Tengah Krisis Habitat

29 Mei 2026 - 06:36 WITA

Kakek Mujiran di Lampung Ambil Sisa Getah di Kebun PTPN Berujung Dipenjara

25 Mei 2026 - 06:32 WITA

Perjuangan Suami Merawat Istri yang Mengidap Tuberkulosis Tulang

22 Mei 2026 - 07:14 WITA

Trending di Warta Utama