Menu

Mode Gelap
Diva Raih Emas di Kejuaraan Lompat Galah Taiwan Pemerintah Percepat 104 Sekolah Rakyat, Jangkau 112 Ribu Anak Miskin Ekstrem Berburu Kuliner Tradisional Pasar Medang Candi Prambanan KRI Prabu Siliwangi Tiba di Tanah Air, Langkah Besar Perkuat Pertahanan Maritim Arab Saudi Perketat Kepulangan Jemaah Umrah, Overstay Bisa Kena Sanksi Eks Penyidik KPK Kritik Tajam Status Tahanan Rumah Yaqut

Warta Utama

9 Tahun Bantu Warga Miskin, Pegawai Dinsos Purwakarta Ini Hidup di Rumah Tak Layak

badge-check


					9 Tahun Bantu Warga Miskin, Pegawai Dinsos Purwakarta Ini Hidup di Rumah Tak Layak Perbesar

Sosok Lestari atau yang akrab disapa Bu Tari dikenal luas sebagai pejuang kemanusiaan di Kabupaten Purwakarta. Selama hampir sembilan tahun, ia mengabdikan diri membantu warga miskin mendapatkan akses layanan kesehatan.

Ironisnya, perempuan yang sering disebut “malaikat penolong” bagi masyarakat kecil itu justru hidup di rumah yang kondisinya jauh dari kata layak. Bu Tari merupakan tenaga lapangan di Dinas Sosial Kabupaten Purwakarta, tepatnya di Bidang Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos).

Tugasnya tak sekadar administrasi. Ia kerap turun langsung mendampingi warga yang membutuhkan bantuan, mulai dari mengurus BPJS bermasalah hingga menjemput pasien terlantar agar bisa mendapat perawatan medis. Tak jarang, ia harus berjuang di lapangan selama 24 jam.

Bu Tari bahkan kerap bernegosiasi dengan pihak rumah sakit agar warga kurang mampu tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa biaya. Namun di balik dedikasi besar tersebut, kehidupan pribadinya jauh dari kata sejahtera.

Peraih penghargaan Perempuan Inspiratif Bidang Sosial Kemasyarakatan 2021 itu kini tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang kondisinya rusak dan mengkhawatirkan.

“Orang tua saya dulu karyawan POJ/PJT. Rumah ini peninggalan mereka. Banyak rumah di perumahan ini memang rumah lama dari orang tua,” ujar Lestari, Jumat (6/3/2026).

Terlihat, kondisi bangunan rumah sangat memprihatinkan. Sebagian atap rumah telah roboh sehingga rawan saat hujan turun. Dinding yang lembap dan rapuh membuat rumah tersebut tidak lagi memenuhi standar hunian yang sehat.

Meski hidup dalam keterbatasan, Bu Tari tetap membuka pintu rumahnya untuk orang lain. Saat ini ia bahkan menampung seorang lansia berusia sekitar 80 tahun serta seorang ODGJ yang ditelantarkan keluarganya.

Untuk menutupi berbagai kebutuhan saat membantu warga, Bu Tari tak hanya mengandalkan gaji. Ia mengaku kerap menggunakan uang pribadi untuk biaya transportasi pasien, membeli obat, hingga membantu kebutuhan makan keluarga pasien saat menunggu di rumah sakit.

“Sering kali gaji habis untuk membantu warga yang benar-benar tidak punya biaya ke rumah sakit, bahkan untuk makan saja sulit. Jadi saya juga kerja sampingan, kadang jadi buruh cuci atau beres-beres rumah orang,” ungkapnya.

Kisah hidup Lestari pun memantik perhatian publik. Banyak pihak menilai dedikasi yang telah ia berikan kepada masyarakat Purwakarta layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait.

Selama bertahun-tahun, Bu Tari diketahui aktif mendampingi berbagai kasus sosial, mulai dari penanganan stunting, gizi buruk, hingga pendampingan pasien kanker. Perannya dinilai sangat membantu pemerintah dalam menangani persoalan sosial di daerah.

Kini perhatian masyarakat pun tertuju pada nasib sang pejuang kemanusiaan tersebut. Banyak yang berharap Bu Tari bisa mendapatkan hunian yang layak sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian panjangnya kepada warga kurang mampu di Purwakarta.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hangatnya Lebaran di Istana, Presiden Prabowo Sapa Ribuan Warga dalam Gelar Griya 1447 H

22 Maret 2026 - 09:59 WITA

Laporan Ungkap Dugaan Kerja Paksa Industri Tuna Indonesia yang Ekspor ke Australia

21 Maret 2026 - 11:26 WITA

Zakat Maal Keluarga dr Hakim Pohan ke BMH Bahagiakan Anak Pemulung di TPQ Kusuma

20 Maret 2026 - 07:11 WITA

Puspom TNI Tahan Empat Personel Terduga Penyiram Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

18 Maret 2026 - 09:46 WITA

Masyarakat Adat Poco Leok Kalahkan Bupati Manggarai di PTUN Kupang

16 Maret 2026 - 09:08 WITA

Trending di Warta Utama