Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Teken Perpres Kesehatan, Atur Integrasi Layanan dari Pusat hingga Desa Rossa Sebut Nama Baiknya Dijadikan Ajang Cari Cuan Clickbait Lewat Link Afiliasi Kepergok ke Kedai Kopi, Napi Korupsi Dipindah ke Lapas Nusakambangan Harga BBM Pertamina Naik, Pertamax Turbo Melejit Jadi Rp19.400 Potret Gereja Pertama IKN, Ada Makna di Balik Desain Indahnya Komisi IX DPR RI Dorong Optimalisasi Program Magang untuk Kurangi Pengangguran Sarjana

Warta Utama

Ibu di Klaten Rawat ODGJ dan Penyintas Kanker

badge-check


					Ibu di Klaten Rawat ODGJ dan Penyintas Kanker Perbesar

Kepedulian sosial seorang ibu bernama Titik (48) warga Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, patut diapresiasi.

Selama lebih dari 5 tahun, ia secara sukarela menampung dan merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyitas kanker di rumahnya dengan biaya pribadi.

Tanpa dukungan lembaga resmi maupun bantuan rutin pemerintah, ibu muda tersebut membuka pintu rumahnya bagi ODGJ serta penyitas kanker yang terlantar dan tidak mendapat perhatian keluarga.

Dalam perjalanannya, jumlah ODGJ yang pernah dirawat mencapai 12 orang. Saat ini, masih ada empat ODGJ yang menjalani perawatan intensif di rumahnya.

Perawatan yang diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, kamar tidur, hingga pendampingan pengobatan.

Seluruh biaya perawatan, termasuk konsumsi dan pengobatan, ditanggung secara mandiri oleh sang ibu bersama keluarganya.

Salah seorang penghuni, Sumi (60) warga asal Yogyakarta mengaku, tinggal di rumah relawan mandiri Titik selama 3,5 bulan dan memiliki keluarga di Yogyakarta dan di Jakarta.

“Asal saya dari Yogya, kalau keluarga di Yogya dan Jakarta. Awalnya saya di Solo terus dilempar ke sini di rumah Ibu Titik,” katanya.

Relawan mandiri ODGJ dan penyitas kanker, Titik (48) mengatakan, menjalani relawan mandiri sejak 2019.

Kegiatan itu berawal dari merawat kedua orang tua yang mengalami sakit hingga 10 tahun di rumah dan sempat menjadi relawan kanker di rumah sakit di Klaten.

“Saya memang senang di bidang sosial merawat orang-orang terlantar yang latar belakangi dari bapak ibu saya yang dahulu sakit hingga meninggal dunia,” katanya, Sabtu (31/1/2026).

Titik menyampaikan, selama menjadi relawan kanker di rumah sakit banyak mendapat pembelajaran tersendiri bagaimana merawatnya.

Bahkan, apabila pasien penyitas kanker tersebut tidak kunjung sembuh pasien tersebut di bawa pulang ke rumahnya.

“Karena saya dikenal oleh mereka menjadi relawan kanker, akhirnya saya dihubungi, dan saya bahwa pulang. Saya juga sempat ditanya oleh dokter di sana, kalau jadi relawan tidak dapat gaji,” ujar Titik.

Ia mengutarakan, berawal merawat 12 orang kini hanya tinggal empat orang yang berasal dari berbagai daerah wilayah Jawa Tengah.

“Satu orang sakit struk, dua orang ya kondisi lumayan sehat, dua orang masih menjalani perawatan di rumah. Yang dua itu baru saja pulang dari rumah sakit,” katanya.

Titik menceritakan, suka dukanya sebagai relawan merawat ODGJ cukup banyak, bahkan sempat ada pasien perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah yang sempat mengamuk dan merusak perabotan dapur.

“Dulu ada saya dikirim pakai mobil ambulan dari pemerintah desa  asal Kebumen, seorang perempuan. Mereka mengamuk, dan telanjang bulat. Televisi di pecah, perabotan dapur dipecah,” ujarnya.

Lanjut Titik, dari kejadian itu sempat mendapat komplain dari para tetangga sekitar, karena mereka merasa terganggu. Namun, berjalannya waktu, warga sudah dapat memahami.

“Kalau sekarang warga di sini sudah paham dengan  keluar masuk orang orang seperti itu. Kalau dulu saya pernah dikomplain oleh warga. Sekarang tidak ada masalah,” tandasnya.

Meski dijalani dengan keterbatasan, ibu muda ini tetap berkomitmen membantu memulihkan kondisi para ODGJ agar dapat kembali berfungsi secara sosial.

Kisah kemanusiaan ini menjadi potret nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari masyarakat, sekaligus pengingat pentingnya peran bersama dalam menangani persoalan kesehatan jiwa di lingkungan sekitar.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ritual Mecak Undat Datah Bilang Diwarnai Lomba Tradisional dan Kesenian

17 April 2026 - 07:38 WITA

Viral Kisah Pilu Sri Apriliani: Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak, Menabung Meski Serba Kurang

16 April 2026 - 05:59 WITA

Anak Jalanan-Pengemis Berkeliaran di Mataram Mall, Warga Mengeluh

13 April 2026 - 02:35 WITA

Saksikan Penyerahan Rp11,42 Triliun dan Ratusan Ribu Hektare Lahan Hasil Penyelamatan ke Negara, Prabowo: Kewenangan yang diberikan oleh UUD 45 kepada Presiden RI, saya akan gunakan untuk tegakkan hukum tanpa pandang bulu

11 April 2026 - 06:46 WITA

Veronica Tan Ungkap Kemiskinan Picu Maraknya Kasus Pernikahan Dini di Indonesia

10 April 2026 - 06:13 WITA

Trending di Warta Utama