Menu

Mode Gelap
Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Rusia: FTA Dongkrak Ekonomi Daerah Selamatkan Masa Depan Anak, Densus 88 Bangun Mekanisme Pemulihan dan Pendampingan Terpadu di Sumsel IdeaFest 2026 Usung Tema Rehumanize di Era AI, Ajak Manusia Lebih Bijak Gunakan Teknologi Presiden Putin: Indonesia Mitra Paling Kunci bagi Rusia di Kawasan Asia Pasifik 12 Pasang Atlet TNI AU Siap Berjuang, Kobarkan Semangat Prestasi di Piala Panglima TNI 2026 Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

Serba Serbi

Kisah Nur Ali Harahab, Guru yang Hibahkan 7.500 Meter Tanah Pribadi untuk Bangun Madrasah

badge-check


					Kisah Nur Ali Harahab, Guru yang Hibahkan 7.500 Meter Tanah Pribadi untuk Bangun Madrasah Perbesar

Di tengah duka pascabanjir bandang yang mengguncang Sumatra pada akhir tahun 2025 lalu, cerita tentang keikhlasan dan pengabdian muncul sebagai oase harapan. Seorang guru bernama Nur Ali Harahab memilih menjawab tragedi dengan langkah yang jauh melampaui tugasnya sebagai pendidik, yakni menghibahkan tanah pribadinya untuk pembangunan sebuah madrasah.

Lebih tepatnya, guru yang juga menjabat sebagai Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan tersebut memberikan lahan seluas 7.500 meter persegi miliknya untuk dibangun menjadi madrasah di wilayah Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Dilansir dari laman Pendis Kemenag, faktor yang menjadi alasan kedermawanan ini adalah pengalaman hidupnya yang penuh perjuangan. Lulusan Pendidikan Guru Agama (PGA) tahun 1990 ini telah merantau ke berbagai daerah, termasuk ke Arab Saudi sebagai tenaga kerja.

Pengalaman hidup yang berliku tersebut memantapkan prinsip Nur Ali bahwa pendidikan, khususnya pendidikan agama, adalah hal yang sangat penting. Begitu juga dengan latar belakangnya sebagai pendidik selama lebih dari 20 tahun yang memperkuat niat baik tersebut.

“Dulu di Angkola belum ada madrasah. Dari situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya untuk madrasah,” ungkapnya.

Bukan hanya sekadar bencana belaka, keinginan tersebut ia niatkan dengan serius hingga akhirnya ia dan suaminya benar-benar membeli lahan, meski sempat berutang ke bank.

Setelah berhasil membeli tanah tersebut, Nur Ali menghibahkan lahan kepada negara melalui Kementerian Agama (Kemenag). Menurutnya, di bawah naungan Kemenag, keberlanjutan dan pengelolaan akan lebih terjamin.

“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan negara. Kalau dikelola Kementerian Agama, insya Allah bisa bertahan dan terus melayani pendidikan anak-anak,” ujarnya dengan hati yang luas.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, hibah ini mencerminkan keikhlasan yang tulus serta pengabdian yang telah menjadi ruh seorang pendidik. Ia berharap, madrasah yang dibangun dari tanah hibahnya kelak dapat menjadi pusat lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi bangsa.

Nur Ali turut menyampaikan pesan yang menyentuh kepada seluruh pendidik dan juga guru madrasah. Ia mengajak agar berniat tulus dan ikhlas memperluas pendidikan agama karena dapat membangun generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa.

“Marilah kita semua berniat tulus dan ikhlas untuk memperluas pendidikan agama. Dengan pendidikan agama, anak-anak bangsa akan menjadi generasi yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” tuturnya.

Kisah Nur Ali Harahab yang inspiratif ini menjadi bukti bahwa pengabdian guru melampaui penyampaian ilmu di ruang kelas. Dengan jiwa pendidik yang tinggi, keikhlasan, dan keberanian berkorban, ia menjadikan madrasah sebagai tempat belajar dan warisan peradaban bagi masa depan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Rahayu Saraswati Sebut PIK Berpotensi Jadi Lokasi Marathon Internasional

23 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Trending di Serba Serbi