Menu ✖

Mode Gelap
Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang TNI AL Amankan Tugboat Pembawa Ribuan Kubik Kayu Log di Perairan Utara Pulau Buru Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa DPD RI Desak Menag Perkuat Pengawasan Anak Lindungi dari Kekerasan Seksual Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

Warta Utama

11 Jam Perjalanan, Tim Relawan UTU, UGM dan PNL Tembus Kampung Terisolir di Bener Meriah

badge-check


					11 Jam Perjalanan, Tim Relawan UTU, UGM dan PNL Tembus Kampung Terisolir di Bener Meriah Perbesar

Tim relawan gabungan dari Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Gadjah Mada (UGM), Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) berhasil menembus wilayah terisolir di Kampung Simpur, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (28/12/2025), setelah menempuh perjalanan berat selama 11 jam dengan melewati tiga jembatan putus akibat banjir bandang.

Ketua Tim Relawan, Heri Darsan, kepada Serambinews.com, Senin (29/12/2025) mengatakan perjalanan menuju Kampung Simpur penuh tantangan. Cuaca dingin, kondisi alam yang rusak, serta jembatan putus di kawasan Wih Kanis membuat tim harus melakukan bongkar muat logistik sebanyak tiga kali.

Namun, seluruh rintangan tersebut terbayar dengan rasa haru saat bertemu langsung dengan warga yang selama sebulan terakhir hanya menerima bantuan terbatas melalui helikopter.

“Bukan rasa lelah yang kami rasakan, tapi kebahagiaan melihat ketegaran warga menghadapi bencana. Banyak rumah rusak akibat terjangan kayu saat banjir datang,” ungkap Heri.

Tim relawan bergerak dari mess relawan di Rembele pada pukul 09.05 WIB menuju jembatan putus di Wih Kanis.

Setibanya di lokasi, tim masih harus mencari kendaraan jenis pick up untuk melanjutkan perjalanan ke jembatan putus kedua. Pada pukul 13.23 WIB, seluruh logistik berhasil dievakuasi ke seberang dan dimuat untuk pengiriman tahap pertama.

Pukul 16.45 WIB, kendaraan pikap kembali menjemput logistik tahap kedua. Sementara itu, logistik tahap pertama dilansir menggunakan sepeda motor trail melewati satu jembatan putus lainnya yang telah dibuat jembatan darurat dari kayu.

Tim medis dari UGM yang didampingi relawan UTU dan PNL akhirnya tiba di Kampung Simpur pada pukul 17.20 WIB.

Setibanya di lokasi, tim langsung membuka posko kesehatan dan memeriksa warga sakit serta ibu hamil. Dalam waktu terbatas, sebanyak 34 pasien berhasil mendapatkan layanan medis.

Logistik tahap kedua tiba di Kampung Simpur pada pukul 19.35 WIB. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, pampers, minyak goreng, ikan asin, sarden, telur, biskuit, selimut, mukena, sajadah, Alquran, Iqra, obat-obatan, pembalut wanita, serta satu unit mesin genset.

Relawan dibagi menjadi dua tim mengingat keterbatasan akses dan jauhnya jarak tempuh. Tim inti terdiri dari dua tenaga medis UGM, tiga relawan UKM PK UTU, dan satu relawan PNL menuju Kampung Simpur, sementara tim kedua bertahan di Wih Kanis untuk memastikan distribusi logistik ke sarana transportasi.

Sekitar pukul 21.21 WIB, seluruh tim kembali berkumpul dan bertolak ke mess relawan di Rembele. Meski dalam kondisi lelah, para relawan mengaku bahagia karena misi kemanusiaan tersebut berjalan lancar.

“Seluruh logistik untuk Kabupaten Bener Meriah telah tersalurkan. Tahap berikutnya adalah pemasangan alat pembersih air dari UGM agar warga bisa mendapatkan air bersih yang layak digunakan,” tutup Heri Darsan.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kisah Ibu-ibu Pemindang Ikan Kusamba, 28 Tahun Kerja Cuma Libur Nyepi-Galungan

19 Oktober 2026 - 02:57 WITA

Muhammad Saidil, Bocah 9 Tahun Kayuh Sepeda 12 Km Demi Bawa Ayah Berobat ke RSUD Sigli

16 Oktober 2026 - 02:50 WITA

Cerita ABK KM Maulana Dianiaya, Dipukul hingga Disiram Air Panas

11 Oktober 2026 - 04:57 WITA

Presiden Prabowo: Pemerintah Tidak Menyerah dalam Membela Kebenaran, Keadilan dan Kepentingan Rakyat

7 Oktober 2026 - 03:23 WITA

SD Negeri Purwosari Sleman Sulap 600 Galon Bekas Jadi Kebun Sayur

2 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Trending di Warta Utama