Bulungan, infokatulistiwanews.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan tengah mempercepat pembangunan Kebun Raya Bundayati (eks Hutan Kota Bunda Hayati) di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Proyek ini menjadi salah satu ikon hijau dan pusat konservasi tumbuhan tropis di wilayah utara Indonesia. Dengan luas ±86 hektare, Kebun Raya Bundayati akan berfungsi sebagai pusat konservasi flora endemik, ruang publik hijau, dan wisata edukatif bagi masyarakat.

Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan taman, melainkan simbol komitmen daerah terhadap pelestarian lingkungan dan kebanggaan masyarakat Bulungan.
Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian tahap utama proyek ini pada akhir tahun 2025 dengan progres fisik saat ini mencapai sekitar 60 persen.
Proyek ini mendapat pendampingan teknis dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), khususnya dalam pengembangan koleksi flora endemik seperti buah lepiu dan tanaman khas pesisir Kalimantan Utara. Selain fungsi konservasi, kawasan ini akan dilengkapi fasilitas publik seperti jogging track, area UMKM, dua embung, taman tematik, dan jalur sepeda.
Melalui proyek ini, Pemerintah Kabupaten Bulungan berharap Kebun Raya Bundayati dapat menjadi destinasi ekowisata unggulan sekaligus sarana riset dan edukasi lingkungan yang berkelanjutan.
Data Proyek:
Kategori
Informasi
Nama Proyek
Kebun Raya Bundayati (Hutan Kota Bunda Hayati)
Lokasi
Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara
Luas Area
± 86 hektare
Anggaran
± Rp 30 miliar (APBD 2025)
Mitra Teknis
BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional
Fokus
Konservasi flora, ruang hijau, edukasi lingkungan, wisata publik
Pewarta: Dwi









