Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Serba Serbi

Kompetisi Nyanyi The Best Singer of Roemah Ninik Bidik Bakat Para Lansia

badge-check


					Kompetisi Nyanyi The Best Singer of Roemah Ninik Bidik Bakat Para Lansia Perbesar

Siapa bilang kompetisi nyanyi hanya untuk anak-anak dan remaja. Mereka yang berusia senja pun kini bisa unjuk gigi lewat ajang pencarian bakat The Best Singer of Roemah Nenayang digagas owner Roemah Nena, Erna Djony.

The Best Singer of Roemah Nena jadi puncak aktivitas komunitas Roemah Nena Singing Club (RNSC). Ajang ini menjaring para lansia berusia 50 hingga 90 dengan lokasi Roemah Nena di Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan.

Roemah Nena menjadi rumah kedua bagi para pencinta musik usia senja dalam enam tahun terakhir. Mereka menyanyi bukan sekadar mengisi senggang, tapi untuk tetap hidup, bahagia, dan memulihkan diri.

Lewat pernyataan tertulis, Sabtu (18/10/2025), Erna Djony menyatakan, para peserta The Best Singer of Roemah Nena akan dinilai juri profesional yakni Dhanny Dahlan, Nina Irsal, dan Minar Nainggolan.

The Best Singer of Roemah Nena puncak aktivitas komunitas Roemah Nena Singing Club. Ajang ini menjaring bakat nyanyi lansia usia 50 hingga 90 tahun.

Ajang ini bukan untuk mencari juara semata, tapi mempererat ikatan antar anggota seraya  membuktikan bahwa menyanyi terapi terbaik bagi tubuh dan jiwa. Menurut Erna Djony, tujuan utamanya bukan hadiah, tapi kebahagiaan dan silaturahmi.

“Terkait babak final, dijadwalkan berlangsung hingga 30 Oktober 2025. Jumlah peserta 60 hingga 70 orang dari berbagai komunitas. Banyak dari mereka datang bukan karena lomba, tapi karena ingin bertemu dan merasa hidup lagi,” ucap Erna Djony.

Erna Djony menyebut kegiatan menyanyi di Roemah Nena bukan sekadar hiburan, tapi bentuk terapi jiwa dan fisik. Salah satu komunitas yang berpartisipasi adalah GGS (Ganteng-Ganteng Strok) yang beranggotakan 30 orang.

“Ada peserta yang kondisi kesehatannya membaik setelah rutin bernyanyi. Ada yang tadinya strok berat, setelah sering ikut nyanyi di sini, jadi lebih semangat dan mulai pulih. Menyanyi jadi terapi alami yang bikin bahagia,” ucap Erna Djony.

“Banyak dokter juga menyarankan aktivitas nyanyi karena dapat meningkatkan oksigenasi, memperkuat pernapasan, dan menjaga kesehatan jantung. Yang paling terasa adalah efek bahagia dan rasa kebersamaan,” pungkasnya.

Suasana hangat dan kekeluargaan di Roemah Nena membuat banyak anggota komunitas rela datang jauh-jauh dari Bogor, Cibubur, hingga Bekasi, untuk ikut nyanyi bersama. Bagi mereka, jarak bukan masalah selama hati terasa dekat.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026

26 Oktober 2026 - 10:25 WITA

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

24 Oktober 2026 - 09:56 WITA

BMKG: Keindahan Hunter’s Moon pada 26 Oktober 2026

23 Oktober 2026 - 04:17 WITA

Lestarikan Budaya, PORTINA Sulut Latih Pelatih Olahraga Tradisional

21 Oktober 2026 - 02:27 WITA

Taman Bunga Nusantara Punya Banyak Taman Tematik, Intip Daya Tariknya

18 Oktober 2026 - 04:51 WITA

Trending di Serba Serbi