Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Serba Serbi

ASN Diwajibkan Punya Gebrakan Inovatif Dalam Melayani Masyarakat

badge-check


					ASN Diwajibkan Punya Gebrakan Inovatif Dalam Melayani Masyarakat Perbesar

Aparatur sipil negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat diminta untuk memperkuat kapasitas dan bisa membantu percepatan penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan kolaboratif, inovatif dan berdampak nyata untuk masyarakat.

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengungkapkan hal ini penting dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di sejumlah wilayah.

Menurut dia dibutuhkan kerja gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat untuk membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berdampak bagi penurunan angka kemiskinan.

“Cara berpikir birokratik yang kaku harus diubah menjadi cara berpikir inovatif. setiap instansi tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus beralih dari ego system menjadi eco system, membangun kerja sama lintas sektor agar program prioritas pemerintah ini agar dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).

Selain mengubah mindset birokrat, hal yang tidak kalah penting adalah mengubah mindset masyarakat miskin, ini penting memutuskan perangkap kemiskinan (poverty trap), yang selalu diturunkan ke anak cucunya.

Taufiq mencontohkan negara-negara seperti Singapura dan Korea Selatan yang berhasil keluar dari kemiskinan dengan keterbatasan sumber daya hal inj karena memiliki pola pikir kolaboratif dan inovatif.

“Ini berbeda dengan Kabupaten Probolinggo yang kaya sumber daya alam, tantangan kita justru bagaimana mengubah mindset masyarakat untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk keluar dari kemiskinan,” jelas dia.

Dalam konteks pengentasan kemiskinan, kolaborasi ini dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan ekonomi, pelatihan kerja, dan pengembangan UMKM yang melibatkan dunia usaha sebagai mitra aktif.

Dengan peran yang multi dimensi tersebut, LAN memerankan peran penting dalam membangun ekosistem kolaboratif yang mendukung percepatan pengentasan kemiskinan. Sinergi, kolaborasi, dan integrasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil yang difasilitasi oleh LAN melalui Akademi Pengentasan Kemiskinan.

“Dengan peluncuran Akademi Pengentasan Kemiskinan ini, diharapkan tercipta model pembelajaran yang mampu memperkuat kapasitas ASN dan mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat”, ujarnya.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional

22 Juli 2026 - 07:43 WITA

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Trending di Serba Serbi