Menu

Mode Gelap
Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik Dari Laut Untuk Negeri: TNI AL dan Masyarakat Bersatu dalam Semangat, Aku Cinta Laut 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Korupsi KPR Fiktif Rp237 Miliar, Kejari Karawang Tetapkan 4 Tersangka Terindikasi Kangkangi Aturan, APH Didesak Cabut Izin Usaha Perkebunan PT Ketapang Subur Lestari di Barito Timur PN Manado Sosialisasikan SEMA 2, 3 dan 4 Tahun 2026 ke APH, Soroti Kepastian Hukum

Serba Serbi

Dari Podium Kejuaraan ke Balik Meja Kopi, Kisah Inspiratif Karateka Muda Samarinda

badge-check


					Dari Podium Kejuaraan ke Balik Meja Kopi, Kisah Inspiratif Karateka Muda Samarinda Perbesar

Sosok Muhammad Akbar Yusuf semakin dikenal di kalangan olahraga karate di Kalimantan Timur. Atlet muda asal Samarinda ini baru saja mengharumkan nama daerahnya dengan meraih medali perak di ajang Piala Panglima 2025 yang digelar di BSCC Dome Balikpapan, 22–24 September lalu.

Kendati gagal merebut emas setelah ditundukkan wakil NTT, Lorenso Daseto Rodriquez, Akbar tetap memandang hasil tersebut sebagai pengalaman berharga.

“Saya bersyukur bisa sampai di final. Setiap pertandingan memberi pelajaran untuk berkembang lebih baik,” ucapnya, baru-baru ini.

Konsistensi Prestasi Sejak Usia Dini

Karate bukanlah hal baru bagi Akbar. Sejak duduk di bangku kelas 3 SD, ia sudah menggeluti olahraga ini. Dorongan sang ayah yang juga mantan karateka membuatnya terus bertahan hingga kini, meski sempat ingin berhenti saat masih kecil.

Hasil kerja kerasnya terbayar. Dalam dua tahun terakhir, Akbar langganan naik podium: Juara 1 Walikota Cup, Juara 2 Kejurnas Inkanas, Juara 1 Piala Pangdam, hingga Juara 3 Kejuprov Piala Gubernur. Raihan di Balikpapan semakin menegaskan konsistensinya sebagai salah satu karateka muda potensial dari Samarinda.

Barista yang Menjaga Disiplin

Selain sibuk berlatih, Akbar kini juga menekuni profesi sebagai barista di Harmo Coffee Samarinda. Profesi yang ia jalani sejak Agustus 2025 itu menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Awalnya sulit membagi waktu, tapi saya belajar menyesuaikan. Jadi barista membuat saya lebih disiplin, sama seperti karate yang melatih fokus dan kesabaran,” ungkapnya.

Impian Jadi Abdi Negara

Tak hanya berprestasi dan bekerja, Akbar menyimpan cita-cita besar. Sejak usia 9 tahun, ia bercita-cita menjadi anggota Polri atau TNI. Baginya, karate adalah jalan untuk menempa mental dan disiplin menuju mimpi tersebut.

“Motivasi saya sederhana, ingin mengabdi, menjaga keamanan, dan membuat orang tua bangga,” tutup Akbar penuh impian.

Bagi anak muda Samarinda, perjuangan masih panjang. Namun, dengan semangat dan kerja keras, ia optimistis bisa menapaki dua jalur sekaligus yakni mengibarkan prestasi di olahraga karate dan mewujudkan impiannya menjadi abdi negara.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Pangan 7 September: Bawang Merah Turun, Cabai Kembali Naik

7 September 2026 - 04:29 WITA

Keluarga Jadi Kekuatan Suksesnya Pembudidaya Ikan Nila Lestari di Manganitu

4 September 2026 - 05:10 WITA

Baru Berusia 11 Tahun, Mikhayla Shanum Caya Jadi Kontingen Indonesia Termuda Asian Games 2026, Targetkan Medali

1 September 2026 - 05:19 WITA

SSB Kolonal Jadi Ruang 60 Anak Solok Selatan Kejar Mimpi Jadi Pesepakbola

28 Agustus 2026 - 04:51 WITA

Ribuan Penari Muda dalam Tari Kolosal

25 Agustus 2026 - 07:19 WITA

Trending di Serba Serbi