Menu

Mode Gelap
Polemik Tutup-Buka Penyeberangan Perintis di NTT Prajurit Batalyon Hanud 11 Pasgat Laksanakan Lintas Medan Tingkatkan Ketangkasan dan Jiwa Korsa BMKG Ungkap Daftar 17 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional Heboh Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK Setelah Nobar Piala Dunia Aksi Pemulung Ikut Tambal Jalan Rusak di Padang, Warga Mengaku Sudah Dua Wali Kota Tanpa Perbaikan

Serba Serbi

Orangutan Mungky dan Dodo Kembali ke Borneo, Sambut Hidup Baru di IKN

badge-check


					Orangutan Mungky dan Dodo Kembali ke Borneo, Sambut Hidup Baru di IKN Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kaltim dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) berkolaborasi menyejahterakan orangutan di pulau suaka, yakni Pulau Kelawasan Sepaku, di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Sebagai bagian dari visi mewujudkan lingkungan hidup dan budaya Nusantara yang lestari, YAD bekerja sama dengan pemerintah, mendirikan sebuah Pusat Suaka Orangutan (PSO) Arsari,” kata Wakil Ketua YAD, S Indrawati Djojohadikusumo di Sepaku, Sabtu, (12/9/2025).

Salah satu tujuan dari PSO Arsari adalah untuk melestarikan orangutan yang merupakan salah satu spesies kunci dengan satwa berstatus terancam punah (critically endangered).

Indrawati melanjutkan, PSO Arsari yang didirikan pada 2019 ini untuk mendukung konservasi orangutan dan satwa liar lainnya beserta habitatnya di wilayah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan kawasan IKN.

“Melalui kerja sama tripartit antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan YAD, PSO Arsari memiliki keinginan untuk memberikan kesejahteraan bagi orangutan jantan dewasa, khususnya yang tidak lagi dapat dilepasliarkan ke alam bebas,” ujarnya.

Ia bercerita, saat ini ada dua individu orangutan (pongo pygmaeus) yaitu Mungky dan Dodo, sudah selangkah lebih dekat untuk kembali hidup di habitat mereka, setelah lebih dari satu dekade hidup sebagai hewan peliharaan ilegal.

Dalam beberapa bulan terakhir Mungky dan Dodo berhasil ditranslokasi ke PSO Arsari yang terletak di area HGB PT ITCI Kartika Utama, Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kawasan IKN.

Mungky dan Dodo sebelumnya dipelihara secara ilegal, kemudian diselamatkan dan ditampung di Sintang Orangutan Center (SOC) di Kalimantan Barat dan di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPS Cikananga) di Jawa Barat.

Mereka diharapkan dapat tinggal di Pulau Kelawasan, sebuah pulau yang sedang dikembangkan menjadi pulau suaka orangutan. Pulau ini merupakan kawasan konservasi untuk menjadi habitat bagi orangutan yang tidak memungkinkan dilepasliarkan secara penuh ke alam liar.

Translokasi ini juga menjadi simbol dari kerja sama multi pihak mulai dari pemerintah melalui BKSDA Kaltim dan BKSDA Kalbar, termasuk Balai Besar KSDA Jawa Barat, OIKN, lembaga mitra seperti SOC dan PPS Cikananga, hingga badan usaha seperti KirimAja yang mendukung dari sisi jasa ekspedisi.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan kontribusi dalam translokasi orangutan Mungky dan Dodo,” ujar Indrawati.

Red~ IKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Begini Keseruan Ratusan Siswa SD Main Permainan Tradisional

22 Juli 2026 - 07:43 WITA

JARR Milik Haji Isam Akui Beli CPO Sitaan Kejaksaan Agung

20 Juli 2026 - 06:27 WITA

Kurangi Ketergantungan Gawai, KKN Unhas Edukasi Siswa SD Permainan Tradisional di Bone

19 Juli 2026 - 06:10 WITA

Pembangunan Tahap II IKN Terus Berjalan, Otorita IKN Lakukan Evaluasi Berkala

17 Juli 2026 - 06:02 WITA

Wimbledon Jadi Bekal Berharga Petenis Muda Indonesia Ethan Jake Frans

14 Juli 2026 - 06:44 WITA

Trending di Serba Serbi