Menu ✖

Mode Gelap
KPK Kembali Panggil Satu Tersangka Korupsi Proyek Jalan BBPJN Sumut Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Dari Minahasa hingga Papua, Budaya Daerah Tampil di Festival Indonesia 2026 Ingin Masuk Malaysia Secara Ilegal Melalui Batam, Belasan WN Vietnam Diamankan TNI AL Paus Leo serukan perdamaian di Yaman, doakan korban serangan Yordania Mimika Kirim 4 Atlet Junior ke Kejurnas Catur di Banten

Warta Nusantara

Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman

badge-check


					Menteri PPPA: Setiap Anak Berhak Dapat Pengasuhan yang Aman Perbesar

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengingatkan setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan.

“Mengasuh anak memang memiliki tantangan tersendiri. Orang tua bisa mengalami kelelahan, tekanan, atau menghadapi situasi yang memicu emosi. Namun apapun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak. Orang tua perlu belajar mengenali emosinya, menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak melukai anak,” ungkap Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Senin (25/10/2026).

Hal itu dikatakannya menanggapi dugaan kekerasan fisik terhadap anak yang dilakukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terekam kamera pengawas (CCTV) di sebuah hotel di Alor Setar, Malaysia.

Menurut dia, komunikasi yang baik di dalam keluarga menjadi kunci untuk mencegah kekerasan.

Dijelaskannya, pendisiplinan tetap dapat dilakukan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan anak, sehingga anak dapat belajar mengenali emosi, memahami aturan, dan menyelesaikan konflik secara sehat.

“Ketika anak bertengkar, berebut barang, atau sulit mengikuti arahan, orang tua perlu merespons dengan tenang, mendengarkan kebutuhan anak, dan memberikan batasan yang jelas sesuai usianya. Disiplin tetap dapat diterapkan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan anak,” ujar Arifah Fauzi.

Ia juga mengingatkan bahwa orang tua harus bekerja sama dan memiliki komitmen bersama dalam pengasuhan.

“Orang tua perlu membangun komunikasi dan komitmen bersama dalam mengasuh anak. Ketika salah satu orang tua merasa emosinya mulai sulit dikendalikan, jangan memaksakan diri untuk terus menghadapi situasi tersebut. Berikan kesempatan kepada pasangan untuk mengambil alih pengasuhan sementara dengan tenang. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah respons spontan yang berisiko menyakiti anak,” kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Tegaskan Capaian Strategis: Kita Berada di Jalur yang Benar

24 Oktober 2026 - 04:33 WITA

Presiden Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna: Dua Tahun Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri

22 Oktober 2026 - 03:04 WITA

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Rp3.923,2 Triliun Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang

19 Oktober 2026 - 03:01 WITA

Presiden Prabowo Instruksikan Transformasi Menyeluruh PLN, Fokus Efisiensi dan Percepat Energi Surya 100 GW

16 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Trending di Warta Nusantara